Batik Biennale 2016 untuk Kota Batik Dunia

Budaya / Minggu, 16 Oktober 2016 23:50 WIB (MP/bro)

Yogyakarta bukan sekadar tujuan wisata belaka. Ada begitu banyak ragam kebudayaan yang tersimpan di dalamnya sebagai daya tarik wisata.

Salah satunya adalah batik. Di Bumi Keraton ini, berbagai tempat wisata batik dan kerajinan batik begitu mudah ditemukan. Mulai dari batik komersil hingga batik-batik khas nonkomersil. Mulai dari harga yang terjangkau hingga batik dengan harga puluhan juta rupiah.

Pada tahun 2014, Yogyakarta pun ditetapkan sebagai Kota Batik Dunia. Penetapan dilakukan oleh World Craft Council di Tiongkok. Selain itu, pengukuhan batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO juga menambah pentingnya batik di Indoensia.


Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2016 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. (Foto: MerahPutih/Fredy Wansyah)

Dari hal itu, Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2016 ingin menegaskan betapa pentingnya pengukuhan Yogyakarta Kota Batik Dunia. Di hari pertama dan pembukaan, Mufidah Kalla, istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, turut serta menyatakan pentingnya menjaga Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia. Menurutnya, Yogyakarta perlu menjadi penggerak terhadap kota-kota penghasil batik lainnya untuk mengangkat batik nusantara di kancah internasional.

Didik Purwadi, ketua pelaksana JIBB 2016 menyatakan bahwa gelaran JIBB diadakan di momen hari batik serta menegaskan kembali Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia.

"Dengan mengusung tema 'Tradition for Inovation,' acara ini untuk menegaskan Jogja sebagai World Batik City," katanya di JEC, Yogyakarta, Minggu (16/10). (Fre)


BACA JUGA:

  1. Jogja International Batik Biennale Pertegas Yogyakarta Kota Batik Dunia
  2. Pemandu Wisata Hilang, Goa Pindul Ditutup Sementara
  3. Yuk Kunjungi Pesona Wisata Pantai Butuh Yogyakarta
  4. Keindahan Alami Pantai Ngusalan Gunungkidul yang Belum Terjamah
  5. Pantai Tanjung Kait Mauk Butuh Perhatian Pemerintah Tangerang

 

(MP/bro)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya