Kotagede sebagai Pusat Berkembangnya Musik Keroncong

Budaya / Kamis, 01 Desember 2016 15:42 WIB (MP/flo)

MerahPutih Budaya - Ketua Panitia Pasar Keroncong Kotagede 2016, M Alfan Farhan, menyatakan bahwa ditempatkannya gelaran musik keroncong untuk kedua kali di Kotagede Yogyakarta karena nilai sejarahnya.

"Ada alasannya, karena Kotagede banyak musisi keroncong. Di sini tempat berkembangnya (musik keroncong)," katanya saat konferensi pers di Kotagede, Yogyakarta, Rabu (30/11).

Panitia lainnya, Natsir Dabey, menambahkan, bahwa Kotagede tidak hanya melahirkan musisi-musisi keroncong, melainkan juga berkembangnya aliran musik keroncong.

"Di kota ini (Kotagede) beragam aliran keroncong berkembang dan menjadi titik penting perkembangan musik ini," paparnya.

Selain itu, dari sisi berdirinya tiga panggung, imbuh Natsir, pengunjung juga dapat memahami sejarah budaya di Kotagede. Di tiap titik panggung merupakan tempat-tempat bersejarah bagi berkembangnya budaya. Ketiga lokasi tersebut ialah Pasar Kotagede, Masjid Besar Mataram, dan Pendopo Sopingen.

Musik keroncong merupakan musik yang berakar dari musik fado yang datang ke Nusantara dibawa Portugis. Diketahui, musik tersebut pertamakali ada di Nusantara pada abad ke-16. Selanjutnya, musik fado berpadu dengan instrumen dan gaya musik khas Nusantara. Musik keroncong pun tersebar di belahan bumi Pulau Jawa, termasuk Yogyakarta. Di Yogyakarta, Kotagede menjadi lokasi hidupnya seniman keroncong hingga membawa warna musik keroncong tersendiri.(Fre)

BACA JUGA:

  1. Pasar Keroncong Kotagede 2016 Digelar Akhir Pekan Ini
  2. Waldjinah Ingin Diundang Jokowi Nyanyi di Istana Negara
  3. Membaca Gambar Kaca di Bentara Budaya Yogyakarta
  4. Konferensi Kebudayaan Banten 2016 Bahas Gejolak Identitas Kebantenan
  5. Disbud DI Yogyakarta Adakan Jambore Difabel Istimewa
(MP/flo)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya