Batik "Puspa Vandahong” Simbol Harmonisasi Kehidupan Masyarakat Tangerang

Budaya / Kamis, 01 Desember 2016 20:42 WIB (MP/luh)

MerahPutih Budaya—Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan wilayah yang multi etnis, serta masyarakatnya memiliki cara pandang dan pola hidup yang sangat beragam. Warisan budaya yang dimiliki, dan tumbuh di wilayah tersebut, merupakan kekayaan yang sampai saat ini tetap lestari, dan menjadi simbol kerukunan.

Perpaduan antara kekayaan budaya dengan keindahan flora yang tumbuh subur di wilayah tersebut, menjadi gagasan para kreator seni untuk mengabadikannya sebagai simbol harmonisasi kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Yaitu, batik “Puspa Vandahong” persembahan dari Litbang Rumah Budaya Nusantara (RBN) Puspo Budoyo di Jalan Elang Raya No 1 Kampung Sawah, Ciputan Kota Tangsel.

“Batik Puspa Vandahong adalah batik yang menggambarkan simbol harmonisasi kehidupan masyarakat di Tangsel,” ujar Direktur Litbang RBN Puspo Budoyo, sekaligus pencipta batik Puspa “Vandahong” Anti Yank, kepada merahputih.com.

Ia juga mengungkapkan, nama “Vandahong” sendiri terinspirasi dari nama bunga anggrek “Vanda Douglas”, yaitu bunga anggrek yang banyak dibudidayakan di wilayah Tangerang Selatan. Sedengkan “Hong” adalah burung Hong, burung mithologi pelambang kemakmuran dan keindahan pada  salah satu etnis yang ada di wilayah ini, yaitu etnis peranakan Tionghoa. 

Ini juga yang menjadi salah satu motif  kombinasi batik “Puspa Vandahong”, yang dipadu dengan motif daun putat yang dahulu banyak tumbuh di kawasan Ciputat, dan dipakai sebagai lalapan oleh masyarakat sekitar.

“Warna dasar batik Puspa vandahong adalah warna dasar biru dari, yang menggambarkan ci, cai, atau air. Ini juga mengandung pemaknaan sejarah timbulnya nama Ciputat dan tumbuhnya pohon putat dalam limpahan mata air yang asri,” tandasnya. (Wid)

BACA JUGA:

  1. Sandal Batik, Souvenir Unik dari Gallery Cirebon Jeh
  2. Batik Ciwaringin Berbahan Alami dan Bermotif Unik
  3. 15 Grandfinalis Miss Senegal Kenakan Batik Indonesia
  4. Batik Biennale 2016 untuk Kota Batik Dunia
  5. 150 Koleksi Batik Keraton di Pameran JIBB 2016

 

(MP/luh)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya