Interaksi dengan Warga Alasan Turis Asing Pilih Homestay

Wisata / Senin, 17 Oktober 2016 21:43 WIB (MP/bro)

Saat merahputih.com datang ke kediaman Wiwind Rizki, tak ada sesuatu yang spesial. Berlokasi di Melati Mas, Jalan Flamboyan II, Blok E 2, No. 8, Desa Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Tanggerang Selatan, rumah itu pun sama seperti bangunan rumah pada umumnya.

Sebuah ayunan kecil yang terlihat cukup tua namun masih bisa dipakai tampak menghiasi halaman rumah Wiwind. Masuk ke dalam terdapat sebuah kursi kayu lengkap dengan mejanya.

Selain sebagai tempat tinggal, rumah dengan desain tahun 80-90-an ini juga sengaja dibuat Wiwind untuk homestay. Sebuah kamar dengan kapasitas dua orang disediakan Wiwind bila ada turis mancanegara yang ingin menginap.

Menurut Wiwind, homestay menjadi pilihan menarik bagi para turis untuk bermalam di Indonesia. Pasalnya, turis bisa langsung berinteraksi dan melakukan aktifivas yang sama dengan pemilik homestay.

"Kalau di hotel kan paling ketemunya sama karyawan, beda sama homestay, mereka (turis) bisa langsung berinteraksi," ucap Wiwind ramah kepada merahputih.com, Senin (17/10).

Bagi para turis backpacker, kata Wiwind, homestay adalah pilihan menarik. Apalagi, harga bermalam di homestay jauh lebih murah dibandingkan menginap di sebuah kamar hotel.

Wiwind sendiri sengaja membanderol harga yang sangat murah. Per malam, Wiwind hanya memberikan harga Rp135 ribu saja. Harga itu berbeda dengan kamar hotel kelas biasa dengan harga sekitar Rp300 ribu per malam.

Keinginan Wiwind membuka homestay berawal setelah kakaknya menerima tamu backpacker yang berasal dari Slovenia dan Perancis. Menurutnya, homestay merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan. (Yni)

BACA JUGA:

 
(MP/bro)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya